Maryam Al-Asturlabi: Ilmuwan Muslimah Perintis Teknologi Navigasi Langit
Almansors – Selama ini, banyak orang menganggap bahwa sejarah ilmu pengetahuan didominasi oleh laki-laki. Namun, asumsi itu tak sepenuhnya benar. Sejarah mencatat beberapa nama perempuan luar biasa yang berkontribusi besar dalam perkembangan sains. Salah satu tokoh penting tersebut adalah Maryam Al-Asturlabi, seorang ilmuwan muslimah dari abad ke-10 yang berjasa besar dalam bidang astronomi dan teknologi navigasi langit.
Berabad-abad sebelum era digital, Maryam telah merancang dan menyempurnakan astrolab, alat penting dalam perhitungan waktu dan posisi benda langit. Pencapaiannya bukan hanya monumental secara ilmiah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membentuk fondasi ilmu pengetahuan modern.
Kiprah Maryam di Dunia Astronomi Abad ke-10
Maryam hidup di era keemasan Islam, tepatnya pada abad ke-10, saat ilmu pengetahuan berkembang pesat di kawasan Timur Tengah. Ia dikenal luas karena kemampuannya merancang astrolab—alat canggih yang digunakan untuk mengamati langit, menghitung posisi bintang, hingga menentukan waktu secara akurat.
Tidak banyak catatan mendetail mengenai kehidupan pribadinya, tetapi kontribusinya dalam menyempurnakan astrolab diakui oleh banyak sejarawan. Bahkan, karya Maryam dianggap sebagai salah satu yang paling inovatif di zamannya. Ia bekerja di lingkungan ilmiah yang sebagian besar dikuasai oleh pria, namun hal itu tak menghalanginya untuk menciptakan karya luar biasa yang berdampak global.
Astrolab: Fondasi Teknologi Navigasi Modern
Astrolab bukan sekadar alat pengamatan bintang. Pada masa itu, alat ini digunakan untuk menghitung waktu, menentukan arah kiblat, serta menetapkan jadwal salat dan Ramadan. Bagi umat Islam, astrolab sangat penting dalam menjaga keteraturan ibadah yang berbasis waktu dan arah.
Baca Juga : Misteri Dunia Gaib: Antara Mitos, Kepercayaan, dan Pengalaman Nyata
Maryam tidak hanya menggunakan astrolab, tapi juga mendesainnya ulang dengan perhitungan matematis yang kompleks. Hal ini membuat alat tersebut semakin akurat dan multifungsi. Beberapa ahli bahkan menyebut bahwa karya Maryam menjadi cikal bakal teknologi navigasi, termasuk GPS yang kita andalkan saat ini.
Warisan Maryam dalam Dunia Islam dan Ilmu Pengetahuan
Kontribusi Maryam Al-Asturlabi tidak hanya penting bagi umat Islam, tapi juga bagi peradaban manusia secara keseluruhan. Dengan alat yang ia sempurnakan, berbagai kebutuhan ilmiah dan keagamaan pada masanya dapat dijalankan dengan presisi.
Lebih dari itu, Maryam menjadi simbol penting tentang peran perempuan dalam sains. Ia membuktikan bahwa kecerdasan dan kontribusi ilmiah tidak dibatasi oleh gender atau zaman. Hingga kini, namanya masih disebut dalam literatur sejarah sebagai pelopor navigasi langit dan perintis teknologi observasi astronomi.