KH Hasyim Asy’ari, Ulama Visioner dan Penggagas Lahirnya Nahdlatul Ulama
Almansors – KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia. Ia lahir pada 10 April 1871 di Jombang, Jawa Timur, dari keluarga pesantren yang kuat dalam tradisi keilmuan. Sejak usia muda, Hasyim Asy’ari telah ditempa dalam lingkungan religius yang disiplin dan sarat nilai keislaman.
Pendidikan awalnya ditempuh di berbagai pesantren di Jawa. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan intelektual ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama. Di Tanah Suci, ia berguru kepada sejumlah ulama besar dan memperkaya wawasan keislamannya, terutama dalam bidang hadis dan fikih. Pengalaman tersebut kemudian membentuk fondasi pemikirannya yang moderat dan berakar kuat pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Peran Sentral dalam Mendirikan Nahdlatul Ulama
Momentum penting dalam perjalanan hidup KH Hasyim Asy’ari terjadi pada 1926. Pada tahun itulah ia bersama sejumlah ulama mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini lahir sebagai respons atas dinamika sosial, politik, dan keagamaan yang berkembang di Indonesia dan dunia Islam saat itu.
Nahdlatul Ulama didirikan untuk menjaga tradisi Islam Nusantara yang moderat, toleran, dan berbasis pesantren. Selain itu, NU juga bertujuan memperkuat peran ulama dalam membimbing umat di tengah perubahan zaman. Di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari, NU berkembang menjadi organisasi keagamaan yang memiliki basis massa luas dan pengaruh signifikan.
Dengan visi kebangsaan yang kuat, ia menempatkan agama dan nasionalisme sebagai dua hal yang saling melengkapi. Prinsip inilah yang kemudian menjadi karakter utama NU hingga kini.
Kontribusi terhadap Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Tidak hanya dikenal sebagai ulama, KH Hasyim Asy’ari juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu kontribusi historisnya adalah seruan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut mendorong umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonialisme.
Baca Juga : Legends of the Unknown: Fakta atau Mitos Tentang Dunia Pararel
Resolusi Jihad menjadi tonggak penting dalam perlawanan rakyat, khususnya dalam peristiwa pertempuran di Surabaya. Atas jasa dan pengaruhnya, KH Hasyim Asy’ari dikenang sebagai tokoh yang berhasil menggerakkan kekuatan moral dan spiritual bangsa dalam situasi genting.
Melalui sikapnya, ia menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat cinta tanah air. Pandangan tersebut mempertegas posisinya sebagai ulama sekaligus pejuang bangsa.
Warisan Pemikiran dan Pengaruh di Dunia Pesantren
Selain mendirikan NU, KH Hasyim Asy’ari juga mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang. Pesantren ini kemudian menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Indonesia. Dari Tebuireng lahir banyak tokoh nasional dan ulama berpengaruh.
Pemikirannya tentang pentingnya pendidikan, akhlak, dan moderasi beragama terus diwariskan hingga generasi berikutnya. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, warisannya tidak hanya berbentuk organisasi, tetapi juga sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Hingga kini, nilai-nilai yang ia tanamkan tetap menjadi rujukan dalam kehidupan beragama dan berbangsa. KH Hasyim Asy’ari tidak sekadar pendiri Nahdlatul Ulama, melainkan simbol keteguhan prinsip, kebijaksanaan, dan komitmen terhadap persatuan Indonesia.