Masjid Krue Se Pattani, Warisan Arsitektur Islam dan Simbol Identitas Muslim Melayu Thailand Selatan
Almansors – Masjid Krue Se di Pattani, Thailand Selatan, merupakan salah satu peninggalan arsitektur Islam tertua di kawasan Asia Tenggara. Bangunan ini diyakini telah berdiri sejak tahun 1514 pada masa pemerintahan Sultan Muzaffar Shah. Sejak awal keberadaannya, masjid ini menjadi bukti nyata penyebaran Islam yang berlangsung secara damai dan berkelanjutan di wilayah Melayu Pattani. Hingga kini, Masjid Krue Se tetap berdiri sebagai saksi sejarah panjang peradaban Islam di kawasan yang kini menjadi bagian dari Thailand modern.
Pattani dan Latar Sejarah Kesultanan Melayu Islam
Wilayah Pattani sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat Kesultanan Melayu Islam yang berpengaruh di kawasan selatan Semenanjung. Keberadaan Masjid Krue Se tidak dapat dipisahkan dari sejarah politik dan keagamaan Pattani sebagai wilayah Muslim. Dalam konteks ini, masjid bukan hanya bangunan ibadah, melainkan penanda eksistensi Islam yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu setempat.
Keaslian Struktur Bangunan yang Masih Terjaga
Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa Masjid Krue Se masih mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. Struktur bata merah tanpa lapisan plester menjadi ciri utama yang membedakannya dari masjid-masjid modern. Dinding yang tebal serta konstruksi kokoh mencerminkan teknik bangunan tradisional abad ke-16 yang mengutamakan ketahanan dan fungsi jangka panjang.
Baca Juga : Legenda Batu Berantai Kepulauan Riau: Jejak Kutukan, Kesetiaan, dan Pesan Leluhur
Lengkung Runcing sebagai Pengaruh Arsitektur Timur Tengah
Pintu dan jendela Masjid Krue Se didesain dengan lengkung runcing atau pointed arch. Elemen ini menunjukkan pengaruh kuat arsitektur Islam Timur Tengah yang masuk ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan dan dakwah. Keberadaan lengkung runcing tersebut menandai fase awal perkembangan arsitektur Islam regional, sebelum kemudian berkembang ke bentuk kubah besar seperti yang umum ditemui saat ini.
Fase Awal Arsitektur Islam Sebelum Dominasi Kubah
Masjid Krue Se merepresentasikan periode awal arsitektur Islam di Asia Tenggara, ketika desain masjid belum mengadopsi kubah monumental. Sebaliknya, bangunan lebih menekankan pada struktur ruang dan simbol-simbol kesederhanaan. Hal ini memperlihatkan bagaimana arsitektur Islam beradaptasi dengan kondisi lokal tanpa kehilangan identitas spiritualnya.
Metode Penelitian Berbasis Observasi dan Studi Literatur
Kajian terhadap Masjid Krue Se dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini memadukan observasi lapangan langsung melalui dokumentasi visual tahun 2025 serta studi literatur dari sumber sejarah lokal dan penelitian sebelumnya. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman menyeluruh terhadap nilai arsitektur dan makna sosial-keagamaan masjid tersebut.
Masjid sebagai Simbol Identitas Muslim Minoritas
Di tengah posisi umat Islam sebagai minoritas di Thailand, Masjid Krue Se memiliki makna simbolik yang kuat. Bangunan ini menjadi representasi identitas keislaman masyarakat Melayu Pattani yang tetap bertahan di tengah dominasi politik dan budaya non-Muslim. Masjid ini memperlihatkan bagaimana ruang ibadah dapat berfungsi sebagai peneguh jati diri komunitas.
Fungsi Sosial Baru sebagai Pusat Memori Sejarah
Seiring waktu, Masjid Krue Se tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Temuan lapangan menunjukkan bahwa masjid ini kini juga menjadi pusat peringatan sejarah dan ruang refleksi kolektif masyarakat Pattani. Keberadaannya mengingatkan generasi muda akan sejarah panjang Islam di wilayah tersebut.
Simbol Perlawanan Kultural terhadap Asimilasi
Masjid Krue Se juga dimaknai sebagai simbol perlawanan kultural terhadap kebijakan asimilasi nasional Thailand. Bagi masyarakat Melayu Pattani, masjid ini menjadi penanda bahwa identitas Islam dan Melayu tetap hidup, meskipun berada dalam tekanan sosial dan politik. Nilai ini menjadikan Masjid Krue Se lebih dari sekadar bangunan fisik.
Warisan Hidup yang Menyatukan Iman dan Budaya
Pada akhirnya, Masjid Krue Se berdiri sebagai warisan hidup yang menyatukan iman, budaya, dan sejarah. Keberadaannya mencerminkan keteguhan masyarakat Muslim Melayu Pattani dalam menjaga identitas keislaman mereka. Masjid ini bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan simbol keberlanjutan peradaban Islam di Thailand Selatan yang terus bertahan hingga hari ini.