<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arsitekturislami Archives - Almansors</title>
	<atom:link href="https://almansors.com/tag/arsitekturislami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://almansors.com/tag/arsitekturislami/</link>
	<description>Portal Wawasan Masa Kini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jan 2026 04:16:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://almansors.com/wp-content/uploads/2025/07/cropped-Almansors.com_-32x32.png</url>
	<title>arsitekturislami Archives - Almansors</title>
	<link>https://almansors.com/tag/arsitekturislami/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masjid Krue Se Pattani, Warisan Arsitektur Islam dan Simbol Identitas Muslim Melayu Thailand Selatan</title>
		<link>https://almansors.com/beranda/masjid-krue-se-pattani-warisan-arsitektur-islam-dan-simbol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Almansors]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 04:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[arsitekturislami]]></category>
		<category><![CDATA[identitasmuslim]]></category>
		<category><![CDATA[islamthailandselatan]]></category>
		<category><![CDATA[masjidbersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[masjidkrueuse]]></category>
		<category><![CDATA[melayupattani]]></category>
		<category><![CDATA[pattani]]></category>
		<category><![CDATA[SejarahIslam]]></category>
		<category><![CDATA[warisanbudaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://almansors.com/?p=503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Almansors &#8211; Masjid Krue Se di Pattani, Thailand Selatan, merupakan salah satu peninggalan arsitektur Islam tertua di kawasan</p>
<p>The post <a href="https://almansors.com/beranda/masjid-krue-se-pattani-warisan-arsitektur-islam-dan-simbol/">Masjid Krue Se Pattani, Warisan Arsitektur Islam dan Simbol Identitas Muslim Melayu Thailand Selatan</a> appeared first on <a href="https://almansors.com">Almansors</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="/">Almansors</a></em></strong> &#8211; Masjid Krue Se di Pattani, Thailand Selatan, merupakan salah satu peninggalan arsitektur Islam tertua di kawasan Asia Tenggara. Bangunan ini diyakini telah berdiri sejak tahun 1514 pada masa pemerintahan <strong>Sultan Muzaffar Shah</strong>. Sejak awal keberadaannya, masjid ini menjadi bukti nyata penyebaran Islam yang berlangsung secara damai dan berkelanjutan di wilayah Melayu Pattani. Hingga kini, Masjid Krue Se tetap berdiri sebagai saksi sejarah panjang peradaban Islam di kawasan yang kini menjadi bagian dari Thailand modern.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Pattani dan Latar Sejarah Kesultanan Melayu Islam</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Wilayah Pattani sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat Kesultanan Melayu Islam yang berpengaruh di kawasan selatan Semenanjung. Keberadaan Masjid Krue Se tidak dapat dipisahkan dari sejarah politik dan keagamaan Pattani sebagai wilayah Muslim. Dalam konteks ini, masjid bukan hanya bangunan ibadah, melainkan penanda eksistensi Islam yang mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Melayu setempat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Keaslian Struktur Bangunan yang Masih Terjaga</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa Masjid Krue Se masih mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. Struktur bata merah tanpa lapisan plester menjadi ciri utama yang membedakannya dari masjid-masjid modern. Dinding yang tebal serta konstruksi kokoh mencerminkan teknik bangunan tradisional abad ke-16 yang mengutamakan ketahanan dan fungsi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : <a href="https://ruangmistis.com/dunia-lain/legenda-batu-berantai-kepulauan-riau/"><strong><em>Legenda Batu Berantai Kepulauan Riau: Jejak Kutukan, Kesetiaan, dan Pesan Leluhur</em></strong></a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Lengkung Runcing sebagai Pengaruh Arsitektur Timur Tengah</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pintu dan jendela Masjid Krue Se didesain dengan lengkung runcing atau <em>pointed arch</em>. Elemen ini menunjukkan pengaruh kuat arsitektur Islam Timur Tengah yang masuk ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan dan dakwah. Keberadaan lengkung runcing tersebut menandai fase awal perkembangan arsitektur Islam regional, sebelum kemudian berkembang ke bentuk kubah besar seperti yang umum ditemui saat ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fase Awal Arsitektur Islam Sebelum Dominasi Kubah</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Masjid Krue Se merepresentasikan periode awal arsitektur Islam di Asia Tenggara, ketika desain masjid belum mengadopsi kubah monumental. Sebaliknya, bangunan lebih menekankan pada struktur ruang dan simbol-simbol kesederhanaan. Hal ini memperlihatkan bagaimana arsitektur Islam beradaptasi dengan kondisi lokal tanpa kehilangan identitas spiritualnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Metode Penelitian Berbasis Observasi dan Studi Literatur</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kajian terhadap Masjid Krue Se dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini memadukan observasi lapangan langsung melalui dokumentasi visual tahun 2025 serta studi literatur dari sumber sejarah lokal dan penelitian sebelumnya. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman menyeluruh terhadap nilai arsitektur dan makna sosial-keagamaan masjid tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Masjid sebagai Simbol Identitas Muslim Minoritas</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah posisi umat Islam sebagai minoritas di Thailand, Masjid Krue Se memiliki makna simbolik yang kuat. Bangunan ini menjadi representasi identitas keislaman masyarakat Melayu Pattani yang tetap bertahan di tengah dominasi politik dan budaya non-Muslim. Masjid ini memperlihatkan bagaimana ruang ibadah dapat berfungsi sebagai peneguh jati diri komunitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Sosial Baru sebagai Pusat Memori Sejarah</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring waktu, Masjid Krue Se tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Temuan lapangan menunjukkan bahwa masjid ini kini juga menjadi pusat peringatan sejarah dan ruang refleksi kolektif masyarakat Pattani. Keberadaannya mengingatkan generasi muda akan sejarah panjang Islam di wilayah tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Simbol Perlawanan Kultural terhadap Asimilasi</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Masjid Krue Se juga dimaknai sebagai simbol perlawanan kultural terhadap kebijakan asimilasi nasional Thailand. Bagi masyarakat Melayu Pattani, masjid ini menjadi penanda bahwa identitas Islam dan Melayu tetap hidup, meskipun berada dalam tekanan sosial dan politik. Nilai ini menjadikan Masjid Krue Se lebih dari sekadar bangunan fisik.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Warisan Hidup yang Menyatukan Iman dan Budaya</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Masjid Krue Se berdiri sebagai warisan hidup yang menyatukan iman, budaya, dan sejarah. Keberadaannya mencerminkan keteguhan masyarakat Muslim Melayu Pattani dalam menjaga identitas keislaman mereka. Masjid ini bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan simbol keberlanjutan peradaban Islam di Thailand Selatan yang terus bertahan hingga hari ini.</p>
<p>The post <a href="https://almansors.com/beranda/masjid-krue-se-pattani-warisan-arsitektur-islam-dan-simbol/">Masjid Krue Se Pattani, Warisan Arsitektur Islam dan Simbol Identitas Muslim Melayu Thailand Selatan</a> appeared first on <a href="https://almansors.com">Almansors</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Sejarah Kubah yang Kini Menjadi Ikon Arsitektur Masjid</title>
		<link>https://almansors.com/beranda/jejak-sejarah-kubah-yang-kini-menjadi-ikon-arsitektur-masjid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Almansors]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 04:19:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Beranda]]></category>
		<category><![CDATA[arsitekturislam]]></category>
		<category><![CDATA[arsitekturislami]]></category>
		<category><![CDATA[arsitekturmasjid]]></category>
		<category><![CDATA[asalusulkubah]]></category>
		<category><![CDATA[budayaarsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[domeoftherock]]></category>
		<category><![CDATA[kubahbatu]]></category>
		<category><![CDATA[kubahmasjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjidberkubah]]></category>
		<category><![CDATA[qubba]]></category>
		<category><![CDATA[sejarahkubah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarahmasjid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://almansors.com/?p=284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Almansors &#8211; Kubah sering dianggap sebagai ciri khas masjid, terutama di Indonesia. Banyak orang memandang bentuk bundar ini</p>
<p>The post <a href="https://almansors.com/beranda/jejak-sejarah-kubah-yang-kini-menjadi-ikon-arsitektur-masjid/">Jejak Sejarah Kubah yang Kini Menjadi Ikon Arsitektur Masjid</a> appeared first on <a href="https://almansors.com">Almansors</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="/">Almansors</a></em></strong> &#8211; Kubah sering dianggap sebagai ciri khas masjid, terutama di Indonesia. Banyak orang memandang bentuk bundar ini sebagai simbol arsitektur Islam. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, Islam sebenarnya tidak memberikan aturan baku soal bentuk bangunan ibadah. Artinya, masjid tidak wajib memiliki kubah. Munculnya kubah sebagai elemen visual masjid merupakan perjalanan sejarah panjang yang tidak terlepas dari perkembangan budaya dan arsitektur dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Makna dan Asal Bahasa Kubah dalam Sejarah Awal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tradisi Arab, kubah dikenal sebagai <em>qubba</em> atau <em>kubba</em>, sedangkan dalam bahasa Suriah istilah ini merujuk pada bangunan setengah lingkaran. Dari bahasa Latin, kata <em>domus</em>—yang berarti rumah—juga berkontribusi dalam pembentukan istilah ini. Jauh sebelum Islam berkembang, elemen arsitektur berbentuk kubah sudah digunakan dalam berbagai bangunan kuno. Wilayah Mediterania, misalnya, banyak memanfaatkan struktur bundar ini sebagai atap yang memberikan kesan kokoh dan timeless.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jejak Kuno Pengguna Kubah Sebelum Peradaban Islam</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa sejarawan bahkan meyakini kubah pertama kali digunakan oleh Suku Eskimo untuk membangun tempat tinggal di wilayah Alaska, Kanada, dan Greenland. Struktur melengkung dianggap mampu memberikan kenyamanan dan kehangatan di area bersuhu ekstrem. Temuan ini menunjukkan bahwa kubah bukan milik satu peradaban saja, melainkan bagian dari inovasi arsitektur global yang berkembang di berbagai belahan dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Masjid Pertama yang Memakai Kubah dalam Sejarah Islam</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : <a href="https://ruangmistis.com/dunia-lain/misteri-gunung-salak/"><strong><em>Misteri Gunung Salak: Jejak Pesawat Hilang dan Konspirasi yang Tak Pernah Padam</em></strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam catatan buku <em>Sejarah Ibadah</em> karya Syahruddin El-Fikri, Masjid Qubbat as-Sakhrah menjadi masjid pertama yang mengadopsi atap kubah pada abad ke-7. Masjid yang berada di kompleks al-Haram asy-Syarif itu dibangun setelah Yerusalem berada dalam kekuasaan Islam di era Khalifah Umar bin Khattab. Menariknya, pembangunan ini terjadi sekitar enam bulan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kini, bangunan itu dikenal sebagai Masjid Kubah Batu atau Dome of the Rock, dan bentuk kubahnya jelas menunjukkan pengaruh kuat arsitektur Bizantium.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengaruh Bizantium dalam Desain Kubah Masjid</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa awal kekhalifahan, para arsitek Muslim banyak berinteraksi dengan peradaban Bizantium. Tidak mengherankan jika gaya dan struktur bangunan Bizantium turut memengaruhi bentuk masjid, terutama pada bagian kubah. Gaya ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Islam dan lambat laun menjadi identitas visual yang melekat pada masjid-masjid di dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Struktur Kubah bagi Bangunan Masjid</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pakar arsitektur Jeffrey O Hill, kubah memiliki fungsi yang sangat efektif karena mampu menciptakan kesan ruang yang luas. Bentuknya yang melengkung membuat sirkulasi udara lebih baik dan membantu menjaga kenyamanan dalam ruangan. Selain fungsi teknis, kubah juga menambah nilai estetika sehingga bangunan terlihat megah dan anggun. Banyak arsitek modern menganggap kubah sebagai elemen atap ideal karena sifatnya yang fleksibel dan mudah dikombinasikan dengan berbagai gaya arsitektur.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Kubah Tetap Menjadi Simbol Masjid Hingga Kini?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun bukan syarat syariat, kubah akhirnya berkembang menjadi simbol visual masjid yang memudahkan masyarakat mengenali rumah ibadah umat Islam. Perpaduan nilai sejarah, fungsi, dan estetika membuat kubah menjadi elemen yang terus diwariskan hingga era arsitektur modern. Dengan begitu, kubah bukan semata bentuk atap, melainkan representasi perjalanan budaya yang melintasi waktu dan peradaban.</p>
<p>The post <a href="https://almansors.com/beranda/jejak-sejarah-kubah-yang-kini-menjadi-ikon-arsitektur-masjid/">Jejak Sejarah Kubah yang Kini Menjadi Ikon Arsitektur Masjid</a> appeared first on <a href="https://almansors.com">Almansors</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
